Kenali dan manfaatkan sampah anorganik untuk lingkungan yang lebih sehat.
Sampah anorganik adalah jenis sampah yang berasal dari bahan nonhayati atau hasil olahan manusia yang sulit terurai secara alami. Berbeda dengan sampah organik, sampah anorganik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai di alam, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan tahun. Oleh karena itu, sampah anorganik perlu dikelola dengan baik melalui proses pemilahan, penggunaan kembali (reuse), atau daur ulang (recycle) agar tidak mencemari lingkungan.
Berikut beberapa contoh sampah anorganik yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari:
Sebagian besar sampah tersebut masih memiliki nilai ekonomi karena dapat didaur ulang menjadi produk baru.
Pengelolaan sampah anorganik dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
Pisahkan sampah anorganik dari sampah organik dan limbah B3 agar proses pengolahan menjadi lebih mudah.
Cuci atau bersihkan kemasan plastik, botol, atau kaleng sebelum disimpan agar tidak menimbulkan bau dan memudahkan proses daur ulang.
Pisahkan sampah berdasarkan bahan penyusunnya, seperti plastik, kaca, logam, dan kertas.
Sampah yang telah dipilah dapat diserahkan ke bank sampah atau pusat daur ulang untuk diolah menjadi barang baru.
Gunakan tas belanja, botol minum, dan wadah makan yang dapat digunakan berulang kali.
Apabila sampah anorganik dibuang sembarangan atau tidak dikelola dengan baik, dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti: